<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mayanurandhini1101050010</title>
	<atom:link href="http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Nov 2011 10:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mayanurandhini1101050010.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mayanurandhini1101050010</title>
		<link>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/osd.xml" title="mayanurandhini1101050010" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Muslim Sejati</title>
		<link>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10/</link>
		<comments>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 09:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayanurandhini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Aqidah adalah bentuk jamak dari kata Aqaid, adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, &#8230; <a href="http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayanurandhini1101050010.wordpress.com&amp;blog=29370647&amp;post=10&amp;subd=mayanurandhini1101050010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aqidah adalah bentuk jamak dari kata Aqaid, adalah beberapa perkara yang<br />
wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi<br />
keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Aqidah adalah<br />
sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan<br />
akal, wahyu (yang didengar) dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati,<br />
dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.</p>
<p> Aqidah dalam Al-Qur’an dapat di jabarkan dalam surat (Al-Maidah, 5:15-16) yg<br />
berbunyi    “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab<br />
yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang<br />
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula Allah<br />
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang<br />
benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”</p>
<p> “Dan agar orang-orang yg telah diberi ilmu meyakini bahwasannya Al-Qur’an<br />
itulah yg hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya<br />
dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yg beriman<br />
kepada jalan yang lurus.”    (Al-Haj 22:54)</p>
<p> Aqidah, syariah dan akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam ajaran<br />
islam. Ketiga unsur tersebut dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan.<br />
Aqidah sebagai system kepercayaan yg bermuatan elemen-elemen dasar keyakinan,<br />
menggambarkan sumber dan hakikat keberadaan agama. Sementara syariah sebagai<br />
system nilai berisi peraturan yang menggambarkan fungsi agama. Sedangkan akhlak<br />
sebagai sistematika menggambarkan arah dan tujuan yg hendak dicapai agama.</p>
<p> Muslim yg baik adalah orang yg memiliki aqidah yg lurus dan kuat yg<br />
mendorongnya untuk melaksanakan syariah yg hanya ditujukan pada Allah sehingga<br />
tergambar akhlak yg terpuji pada dirinya.</p>
<p> Atas dasar hubungan itu, maka seseorang yg melakukan suatu perbuatan baik,<br />
tetapi tidak dilandasi oleh aqidah atau keimanan, maka orang itu termasuk ke<br />
dalam kategori kafir. Seseorang yg mengaku beraqidah atau beriman, tetapi tidak<br />
mau melaksanakan syariah, maka orang itu disebut fasik. Sedangkan orang yg<br />
mengaku beriman dan melaksanakan syariah tetapi dengan landasan aqidah yg tidak<br />
lurus disebut munafik.</p>
<p> Aqidah, syariah dan akhlak dalam Al-Qur’an disebut iman dan amal saleh. Iman<br />
menunjukkan makna aqidah, sedangkan amal saleh menunjukkan pengertian syariah<br />
dan akhlak.</p>
<p> Seseorang yg melakukan perbuatan baik, tetapi tidak dilandasi aqidah, maka<br />
perbuatannya hanya dikategorikan sebagai perbuatan baik. Perbuatan baik adalah<br />
perbuatan yg sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi belum tentu<br />
dipandang benar menurut Allah. Sedangkan perbuatan baik yg didorong oleh<br />
keimanan terhadap Allah sebagai wujud pelaksanaan syariah disebut amal saleh.<br />
Kerena itu didalam Al-Qur’an kata amal saleh selalu diawali dengan kata iman.</p>
<p> antara lain firman Allah dalam (An-Nur, 24:55) “Allah menjanjikan bagi<br />
orang-orang yg beriman diantara kamu dan mengerjakan amal saleh menjadi<br />
pemimpin di bumi sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang dari sebelum<br />
mereka (kaum muslimin dahulu) sebagai pemimpin; dan mengokohkan bagi mereka<br />
agama mereka yg Ia Ridhai bagi mereka; dan menggantikan mereka dari rasa takut<br />
mereka (dengan rasa) tenang. Mereka menyembah (hanya) kepada-Ku, mereka tidak<br />
menserikatkan Aku dengan sesuatupun. Dan barang siapa ingkar setelah itu, maka<br />
mereka itu adalah orang-orang yg fasik”</p>
<p>Sumber : <a href="http://muslimcianjur.blogspot.com/2007/04/aqidah-syariah-dan-akhlak-dalam-islam.html">http://muslimcianjur.blogspot.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayanurandhini1101050010.wordpress.com&amp;blog=29370647&amp;post=10&amp;subd=mayanurandhini1101050010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/090bbaf5cef696eb482c1a63a604bdea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayanurandhini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhlak Sesama Muslim</title>
		<link>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/akhlak-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/akhlak-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 09:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayanurandhini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Diantara akhlak terpenting terhadap sesama Muslim adalah : 1. Memberi bantuan harta dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Rasulullah SAW bersabda : “ Barangsiapa berada dalam kebutuhan saudaranya, maka Allah berada dalam kebutuhannya, dan barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari oarng Muslim dari berbagai &#8230; <a href="http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/akhlak-sesama-muslim/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayanurandhini1101050010.wordpress.com&amp;blog=29370647&amp;post=6&amp;subd=mayanurandhini1101050010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara akhlak terpenting terhadap sesama Muslim adalah :</p>
<p>1. Memberi bantuan harta dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Barangsiapa berada dalam kebutuhan saudaranya, maka Allah berada dalam kebutuhannya, dan barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari oarng Muslim dari berbagai kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari berbagai kesusahan pada hari kiamat.”</p>
<p>2. Menyebarkan salam</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Kalian tidak masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu kepada kalian, jika mengerjakannya kalian saling mencintai ? Sebarkanlah salam.” (HR. Muslim)</p>
<p>3. Menjenguknya jika ia sakit</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Jenguklah orang yang sakit, berikanlah makanan kepada orang yang kelaparan serta bebaskanlah kesukaran orang yang mengalami kesukaran.” (Diriwayatkan Bukhari)</p>
<p>4. Menjawabnya jika ia bersin</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Jika salah seorang diantara kalian bersin, hendaklah mengucapkan, ‘Alhamdulillah’, dan hendaklah saudara atau sahabatnya menjawab, ‘Yarhamukallah’, dan hendaklah dia (yang bersin) mengucapkan. ‘ yahdikumullah wa yuslihu balakum’.”</p>
<p>5. Mengunjunginya karena Allah</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada penyeru yang menyerunya, ‘Semoga engkau bagus dan bagus pula perjalananmu, serta engkau mendiami suatu tempat tinggal di surga’.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)</p>
<p>6. Memenuhi undangannya jika dia mengundangmu</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>” Hak orang Muslim atas Muslim lainnya ada lima : Menjawab salam, mengunjungi yang sakit, mengiring jenazah, memenuhi undangan, dan menjawab orang yang bersin.” (HR. Asy-Syaikhani)</p>
<p>Tambahan dari HR. Muslim “apabila ia minta nasihat, maka berilah dia nasihat”</p>
<p>7. Tidak menyebut-nyebut aibnya dan menggunjingnya, secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Setiap Muslim atsa Muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”</p>
<p>8. Berbaik sangka kepadanya.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Jauhilah persangkaan, karena persangkaan itu perkataan yang paling dusta.” (Muttafaq Alaihi)</p>
<p>9. Tidak boleh memata-matai dan mengawasinya, baik dengan mata maupun telinga</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Janganlah kalian saling mengawasi, janganlah saling mencari-cari keterangan, janganlah saling memutuskan hubungan, janganlah saling membelakangi dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Muttafaq Alaihi)</p>
<p>10. Tidak membocorkan rahasianya</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Barangsiapa menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>11. Menampakkan kecintaan dan kasih sayang dengan memberikan hadiah kepadanya</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Saling berilah hadiah, niscaya kalian saling mencintai.” (HR. Baihaqi)</p>
<p>“ Jika salah seorang diantara kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah dia memberitahukannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)</p>
<p>Umar bin Khattab RA berkata : “Tiga hal yang bisa memupuk kecintaan saudaramu : engkau mengucapkan salam kepadanya jika engkau bersua dengannya, memberinya tempat duduk, dan memanggilnya dengan nama yang paling dicintainya.”</p>
<p>12. Tidak mengghibahnya dan membelanya jika ada seseorang yang mengghibahnya.</p>
<p>13. Memaafkan kesalahan-kesalahannya</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan.” (HR. Muslim)</p>
<p>Ø Kisah Bilal dengan Abu Dzar Al-Ghifari</p>
<p>13. Mendo’akannya dari tempat yang jauh</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>“ Do’a seseorang bagi saudaranya dari tempat yang jauh adalah terkabulkan. “ (HR. Muslim)</p>
<p>Sumber : <a href="http://yahyaayyash.wordpress.com/2008/05/27/akhlak-sesama-muslim/">http://yahyaayyash.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayanurandhini1101050010.wordpress.com&amp;blog=29370647&amp;post=6&amp;subd=mayanurandhini1101050010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/akhlak-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/090bbaf5cef696eb482c1a63a604bdea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayanurandhini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Akhlak Yang Harus Dimiliki Muslim/Muslimah</title>
		<link>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10-akhlak-yang-harus-dimiliki-muslimmuslimah/</link>
		<comments>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10-akhlak-yang-harus-dimiliki-muslimmuslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 09:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayanurandhini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh Akhlak Muslim/Muslimah : (1). Tidak menyakiti orang lain. “Orang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari &#8230; <a href="http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10-akhlak-yang-harus-dimiliki-muslimmuslimah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayanurandhini1101050010.wordpress.com&amp;blog=29370647&amp;post=4&amp;subd=mayanurandhini1101050010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Sepuluh Akhlak Muslim/Muslimah :</p>
<p style="text-align:left;">(1). Tidak menyakiti orang lain. “Orang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari Abdullah bin Amru. Hadis tersebut menyatakan bahwa Muslim terbaik adalah Muslim yang menunaikan hak-hak kaum Muslimim lainnya dalam menjalankan hak-hak Allah, artinya orang Muslim harus mencegah diri dari menyakiti orang lain. Penyebutan lidah dan tangan adalah manifestasi cara menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun fisik. Balas menyakiti orang yang menyakiti kita sebenarnya tidak menjadi masalah, tetapi yang lebih afdal adalah bersabar dan mengharapkan pahala di sisi Allah (Q.S. Al-Ahzaab 58). Manifestasi perilaku tidak menyakiti orang lain adalh dengan :</p>
<p style="text-align:left;">  • Tidak menyakiti tetangga ; pesan berinteraksi secara baik dengan tetangga gencar disampaikan melalui peringatan bahwa tetangga adalah salah satu pintu masuk surga dan bahwasanay mereka kelak menjadi saksi kita di akhirat</p>
<p style="text-align:left;">  • Menjaga mulut Ldah kelak menjadi cambuk siksaan di hari kiamat. Menjaga lidah adalah jalan menuju keselamatan. Semakin banyak berbicara akan semakin banyak tersilap. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum berbicara dan jangan berbohong, berkata kasar, ghibah, mengejek, dll.</p>
<p style="text-align:left;">  • Tidak menyakiti anak-anak Hindari mengejek dan meremehkan anak-anak, pilih kasih dalam memperlakukan mereka, atau mendoakan mereka celaka.</p>
<p style="text-align:left;">(2). Menyingkirkan benda menyakitkan dari jalan. “Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam pulih sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda dari jalanan dan malu termasuk cabang keimanan.” H.R.Muslim dari Abu Hurairah r.a. Mneyingkirkan benda yang menyakitkan dari jalan adalah salah satu bentuk manifestasi dzikir yang bisa menjauhkan manusia dari api neraka.</p>
<p style="text-align:left;">(3). Malu. Malu adalah perhiasan wanita yang paling indah dan elok, bahkan merupakan sebagian dari iman dan Nabi SAW sendiri pun terkenal sangat pemalu. Hal ini karena malu menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Malu mencegah kealpaan untuk bersyukur kepada yang memberi nikmat dan mencegah kelalaian menunaikan hak orang yang memiliki hak. Disamping itu, malu juga mencegah berbuat/berkata kotor demi menghindari celaan dan kecaman. Malu adalah rasa yang membuat seorang mukmin urung melakukan maksiat karena perasaan serba salah jika sampai dilihat oleh Allah. Malu yang berlebihan adalah rasa sungkan yang justru merupakan kelemahan ental dan sering menimbulkan banyak masalah. Sikap keterlaluan perempuan dalam tertutup dan mengurung diri dari pergaulan dengan laki-laki bukanlah rasa malu, melainkan lebih merupakan faktor kesungkanan. Kewajiban dalam rasa malu ada empat:</p>
<p style="text-align:left;">  • Berpakaian  menutup aurat</p>
<p style="text-align:left;">  • Memandang  menahan pandangan matanya</p>
<p style="text-align:left;">  • Berbicara  tidak bergaya centil dan manja ketika berbicara.</p>
<p style="text-align:left;">  • Pergaulan  tidak berdesakan dengan lelaki</p>
<p style="text-align:left;">(4). Santun berbicara. “Sesungguhnya seseorang mengatakan satu patah kata yang ia pandang tidak ada masalah. Padahal, sepatah kata itu enyebabkan ia harus mendekam di neraka selama tujuh puluh tahun.” (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a) Kesantunan berbicara dimanifestasikan dalam tiga hal :</p>
<p style="text-align:left;">  • Berbicara pelan  jangan mengeraskan suara diatas volume yang dibutuhkan pendengar karena hal itu tidak sopan dan menyakitkan. Wanita yang bersuara keras menunjukkan ia belum terdidik sempurna dan masih membutuhkan evaluasi panjang dengan dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">  • Memperhatikan pembicaraan lawan bicara dan tidak menjatuhkan harga dirinya  hal ini dapat dicapai dengan tersenyum, berbicara sesuatu yang menjadi perhatian/kesenangan lawan bicara, dan simak lawan bicara dengan penuh perhatian.</p>
<p style="text-align:left;">  • Tidak memotong pembicaraan</p>
<p style="text-align:left;">(5). Jangan berbohong. “Tidak beriman seorang hamba dengan keimanan yang sepenuhnya sampai ia meninggalkan bohong meski dalam bercanda dan meninggalkan perdebatan meskipun dalam posisi benar” (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah r.a. ) Iman dan kebohongan tidak bisa menyatu dalam hati seorang mukmin. Kebohongan akan mengarah kepada kemunafikan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang bersisian. Tidak ada yang bernama bohong putih atau bohong hitam, kebohongan kecil tetaplah ditulis sebagai kebohongan. Sikap seperti membanggakan diri, bercanda, dan berkelakar juga dapat menjerumuskan kepada kebohongan. Bentuk kebohongan terbesar terhadap Allah adalah kebohongan dalam berniat, berjanji, dan beramal. Bohong yang diperbolehkan adalah bohong untuk mendamaikan dua orang yang bersiteru, bohong dalam perang, dan bohong untuk menyenangkan suami/istri.</p>
<p style="text-align:left;">(6). Tinggalkan perdebatan. “Sesungguhnya tadi aku keluar untuk memberitahukan kepada kalian tentang Lailatul Qadar, namun di tengah jalan si Fulan dan Fulan sedang bertengkar mulut, maka dihapuskanlah (pengetahuan tentang itu). Semoga (penghapusan) ini lebih baik bagi Anda sekalian. Telisiklah ia pada malam ketujuh, kesembilan, dan kelima (terakhir bulan Ramadhan)” (H.R. Al-Bukhari dari Ubadah bin Ash-Shamit) Rasulullah hendak memberikan kabar gembira mengenai waktu turunnya lailatul qadr secara pasti, tetapi pengetahuan tentang ini dilupakan darinya karena mendengar perdebatan. Berdebat tidak baik karena ia membuka kesempatan kepada syaitan untuk turut melakukan provokasi didalamnya. Debat dapat memunculkan fitnah, keraguan, menghapuskan amalan, mengeraskan hati, melahirkan dendam, dll. Arena yang paling disukai setan adalah permusuhan dimana tiap pihak berusaha untuk menunjukkan aib pihak lain dan menyucikan dirinya sendiri, dan debat dijadikan saran untuk memperoleh kemenangan semu. Dengan meninggalkna debat, itu adalah bukti kepercayaan kepada diri sendiri, keimanan pada manhaj, dan keyakinan kepada Allah SWT. Debat yang diperbolehkan adalah dengan menggunakan argumentasi yang lebih baik dan santun. Bertahan dengan cara yang baik dengan berdiskusi dan memaparkan argumentasi secara santun, sembari meminta maaf dan memaafkan kesalahan ucap.</p>
<p style="text-align:left;">(7). Jangan bakhil (pelit). Predikat paling buruk yang disandang oleh wanita muslimah adalah jika ia disebut wanita bakhil/pelit. Orang bakhil yang paling bakhil dapat dibagi tiga :</p>
<p style="text-align:left;">  • Orang yang bakhil dengan dunia di jala akhirat.</p>
<p style="text-align:left;">  • Orang yang bakhil pada dirinya sendiri dengan dalih zuhud meninggalkan keduniaan.</p>
<p style="text-align:left;">  • Orang yang mendengar nama Nabi SAW disebut dihadapannya namun ia tidak bershalawat. Salah satu makar orang bakhil adalah memeluk erat-erat uangnya semasa hidup, namun begitu diambang kematian ia lantas membagi-bagikan apa yang dimilikinya kepada ahli waris.</p>
<p style="text-align:left;">Berikut manifestasi yang mengekspresikan sifat tidak bakhil :</p>
<p style="text-align:left;">  • Mengeluarkan zakat wajib.</p>
<p style="text-align:left;">  • Memberikan shadaqah.</p>
<p style="text-align:left;">  • Menyuguhi tamu.</p>
<p style="text-align:left;">  • Memberikan hadiah. Satu lagi menifestasi bakhil dalam kehidupan rumah tangga ialah bakhil dengan tidak melontarkan kata-kata manis dan perasaan-perasaan mulia, khususnya dengan suami.</p>
<p style="text-align:left;">(8). Tepiskanlah rasa dengki. Surga yang luas disediakan khusus untuk orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia. (Ali Imran 133-134). Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan dalah Ihya Ulumuddin bahwa, “Marah bertempat di hati. Kemarahan yang hebat berarti mendidihnya darah di dalam hati menuntut pembalasan yang merupakan makanan marah dan syahwatnya, dan ia tidak akan tenang kecuali dengan penuntasannya.” Dengki didefenisikan sebagai memendam permusuhan di dalam hati dan menunggu-nunggu kesempatan pemuasannya. Muncul ketika merasa muak dan jengkel terhadap seseorang. Dengki akan melahirkan 8 buah kezaliman terhadap orang lain :</p>
<p style="text-align:left;">  • Hasud</p>
<p style="text-align:left;">  • Mencaci maki saat terjadi bala cobaan</p>
<p style="text-align:left;">  • Mendiamkan</p>
<p style="text-align:left;">  • Melecehkan, berpaling, menjauh</p>
<p style="text-align:left;">  • Ghibah</p>
<p style="text-align:left;">  • Mengolok-olok</p>
<p style="text-align:left;">  • Menyakiti fisik</p>
<p style="text-align:left;">  • Menahan kucuran kemurahan (pemberian dan silaturrahim) Jika orang shahih jengkel, maka berbuat adil.</p>
<p style="text-align:left;">Jika orang budiman jegkel, maka mereka bertindak mulia. Jika orang naif jengkel, mereka bertindak semena-mena. Untuk mencapai status Ash-Shiddiiqiin (orang-orang budiman) maka ada tiga tangga yang harus dilalui, yaitu :</p>
<p style="text-align:left;">  • Menahan amarah</p>
<p style="text-align:left;">  • Memaafkan kesalahn manusia</p>
<p style="text-align:left;">  • Berbuat baik kepada orang yang memusuhi</p>
<p style="text-align:left;">(9). Dilarang iri/hasud. Hasud adalah reaksi jiwa dan oenyakit hati yang menganggap nikmat Allah yang diterima seesorang terlalu banyak untuknya sembari mengangan-angankan raibnya kenikmatan tersebut dari mereka. Faktor penyebab diantaranya : • Permusuhan, kebencian, kemarahan, kedengkian.</p>
<p style="text-align:left;">  • Takabur dan arogan</p>
<p style="text-align:left;">  • Kegearan pada dunia</p>
<p style="text-align:left;">  • Ambisi kekuasaan</p>
<p style="text-align:left;">  • Kebusukan jiwa dan kekerdilan dari kebaikan Hasud adalah senjata makan tuan yang menghasilkan mudarat dunia dan keagamaan.</p>
<p style="text-align:left;">Orang yang dihasudi justru berada diatas angin sebab ia memperoleh beragam keuntungan dengan kehasudan orang yang menghasudinya, di dunia maupun di akhirat. Obat penyembuh hasud adalah ilmu dan amal. Ilmu : orang alim adalah orang yang tidak hasud pada orang yang lebih tinggi dan tidak melecehkan orang lebih rendah (tingkat keilmuannya). Amal : dengan amal proses pengurungan hasud bisa berjalan dengan sempurna.</p>
<p style="text-align:left;">(10). Pantang terpedaya (Ghurur) Ghurur adalah bentuk kelalaian dan keterpedayaan dan merupakan predikat yang menempel pada setiap penipu. Ghurur memiliki tiga sumber utama :</p>
<p style="text-align:left;">  • Tertipu oleh angan kehidupan dunia –&gt; merasa Allah memberinya kehidupan dunia yang melebihi orang lain dan beranggapan karunia tersebut sebagai kelebihan, bukan sebagai kemurahan, dan mungkin mengandung ujian dan cobaan apakah ia bersyukur atau malah kufur.</p>
<p style="text-align:left;">  • Tertipu oleh janji setan –&gt; setan senantiasa memberi bisikan yang membesarkan dirinya sehingga tidak lagi peduli pada dosa besar dan kecil.</p>
<p style="text-align:left;">  • Tertipu oleh angan ampunan Allah –&gt; Allah mencela kalangan ahlul kitab, orang munafik, dan pemaksiat atas ilusi dan keterpedayaan mereka o Ilusi ahlul kitab –&gt; bahwa dengan kekuatan yang dimiliki, mereka bisa mengalahkan Allah. o Ilusi orang munafik –&gt; mereka berpikir bahwa di akhirat kelak mereka bisa mengatakan hal yang sama yang pernah mereka katakan kepada kaum mukminin sewaktu di dunia, bahwa mereka bersama-sama kaum mukminin.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sumber : <a href="http://loeloes.blogsome.com/2007/01/12/sepuluh-akhlak-yang-harus-dimiliki-muslimmuslimah/">http://loeloes.blogsome.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayanurandhini1101050010.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayanurandhini1101050010.wordpress.com&amp;blog=29370647&amp;post=4&amp;subd=mayanurandhini1101050010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayanurandhini1101050010.wordpress.com/2011/11/12/10-akhlak-yang-harus-dimiliki-muslimmuslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/090bbaf5cef696eb482c1a63a604bdea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayanurandhini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
